I stumbled upon these layouts
style=";left:0px;top:0px;"><1mg src="http://i91.photobucket.com/albums/k286/pulselayouts/pulselayouts.gif" alt="Myspace Layouts" border="0" />
HOME | SHOP | TOOLBAR | RADIO | SIGN UP | LOG IN | GAMES | VIDEOS | CLUBS | BLOGS | LAYOUTS | BROWSE | SEARCH | INVITE | HELP  
 Is Just 4 Fun   
  more than a blog__
Mana yang benar, FPI ataukah AKKBB?   

Manakah yang benar, AKKBB ataukah FPI?

Menyikapi persoalan yang sedang hangat-hangatnya sekarang ini_yaitu penyerangan terhadap Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) yang dilakukan oleh ormas Islam FPI (Front Pembela Islam)_terkadang kita cenderung bingung.

Siapapun tidak akan setuju dengan tindak kekerasan, Islam sangat melarangnya. Sebagai contoh, ketika Nabi Muhammad SAW dicerca, dimaki habis-habisan bahkan diancam dengan pembunuhan oleh orang-orang kafir Mekkah, apakah nabi membalasnya dengan hal serupa?, tidak, malah sebaliknya, Nabi berbuat baik kepada mereka, karena apa, karena Nabi tidak membenci orang-orang tersebut, Nabi hanya tidak suka dengan perbuatan mereka, oleh karena itu Nabi tetap berbuat baik kepada mereka. Dengan demikian kekerasan yang dilakukan oleh FPI sangat jauh dari ajaran Islam yang mulia. Dalam keadaan perangpun Islam mengajarkan untuk tidak menyerang lebih dulu sebelum musuhlah yang lebih dulu memulai, hal ini bukan berarti Islam lemah dan pengecut, tetapi justru untuk menunjukan betapa mulyanya Islam itu.

Mengenai kebebasan beragama dan berkeyakinan, di Indonesia hal ini memang dilindungi Undang-undang, di dalam Islampun demikian, tidak ada paksaan dalam agama (Islam). Tetapi lain kasusnya ketika seseorang berada dalam Islam (menganut Islam), maka baginya tidak berlaku lagi istilah kebebasan berkeyakinan, selain dari yang telah digariskan oleh Islam (Al Qur’an dan As Sunnah) karena Islam merupakan suatu sistem yang sangat sempurna, tidak ada yang lebih baik dari Islam.

Dengan demikian, ketika Ahmadiyah mengatakan mempunyai Nabi selain Muhammad SAW, ketika Lia EdenMusodek mengaku dan mendeklarasikan dirinya adalah Nabi, maka semua itu tidak dapat dibenarkan karena bertentangan dengan undang-undang Islam (Al Qur’an dan As Sunnah). Tetapi mereka mengatakan bahwa mereka juga bersumber dari Al Quran, nah di sinilah letak kesalahan awal mereka yang menyebabkan kesalahan demi kesalahan dan seterusnya akan salah. menganggap dirinya sebagai tuhan, ketika

Mereka yang telah menyimpang itu menafsirkan ayat-ayat Al Qur’an dengan kehendak mereka, menurut versi mereka dengan berdalih kebebasan, selalu kebebasan yang menjadi senjata mereka untuk membenarkan sebuah penyimpangan. Ketika seorang advokat hukum terkemuka mengatakan ”perbedaan itu bagian dari kebeasan, tidak perlu dilarang yang mengartikan Al Qur’an atau apapun semau kehendak mereka, itu hak azasi manusia”. Memang di sinilah masalahnya, ketika kita hendak meluruskan suatu penyimpangan, kita akan dihadapkan dengan HAM.

HAM adalah alat orientalis barat yang salah satu orientasinya adalah bahwa kebenaran ialah menurut tolok ukur manusia, oleh karena itu ketika suatu kelompok membenarkan sesuatu yang salah, maka sesuatu itu akan benar menurut kelompok itu, ketika suatu golongan menafsirkan Al Quran dengan penafsiran yang menyimpang, maka hal itu akan dianggapp benar oleh mereka. Hal ini merupakan orientasi barat yang mengatakan bahwa kebenaran adalah manusia, dan itu artinya sesuatu yang salah tetapi telah disepakati oleh kebanyakan orang, maka akan menjadi benar, lesbian, dan homoseks akan dibenarkan karena banyak yang menganggap benar hal tersebut, bahkan bisa jadi akan diundang-undangkan dalam suatu negara.

Ketika seseorang menulis suatu buku yang sangat bagus isinya, kemudian saya baca buku itu, saya kacaukan isinya, saya tulis kembali dan saya publikasikan menurut versi saya dengan mengatasnamakan penulis yang sesungguhnya. Nah, apakah penulis buku itu rela bukunya saya acak-acak? ”oh iya silakan saja anda jadikan saja buku itu sesuai dengan yang anda inginkan”, apakah begitu kedengarannya? Lucu sekali bukan.

Oleh karena itu, ketika segelintir orang, sekelompok manusia baik itu AKKBB, Ahmadiyah atau siapapun dan dengan dalil apapun_mereka menodai Islam, mengacak-acak Al Qur’an kemudian mengaku diri mereka Islam, maka umat Islam akan tersakiti dengan hal ini, tidak akan rela, tidak ada artinya tersakitinya fisik gerakan AKKBB bila dibandingkan dengan sakitnya umat Islam sekarang ini. Mana kebebasan, mana HAM? Tidak ada, tidak ada kebebasan yang menyakitkan, tidak ada HAM yang menyakiti, tidak ada kebebasan dan HAM mengganggu sebuah hal yang prinsipil. Tetapi yang ada adalah KAM, Kewajiban Azasi Manusia, kewajiban untuk mematuhi sesuatu yang telah digariskan dengan begitu indah dan sempurna, kewaiban untuk menjaganya (Al Qur’an dan As Sunnah) dari orang-orang yang selalu menuntut HAM.

FPI mewakili tersakitinya umat Islam, tetapi siapa sangka tindakannya malah menambah sakit Umat Islam, sehingga wajar jika banyak yang membenci FPI.

Pada akhirnya, marilah kita menjauhi orientasi barat yang menganggap kebenaran adalah menurut manusia, yang telah terbukti banyak menimbulkan perpecahan_untuk menuju kebenaran hakiki yang telah digariskan oleh Allah dalam undang-undang yang sungguh sangat sempurna yaitu Al Qur’an dan As Sunnah.

Wallahu A’lamu Bisshowab

Posted: 6/7/2008 at 13:19Read 50 times | 1 comment | Leave Comment 
Hotel Booking Thailand

Discount Store 70%-99% Off
Reply | 11/27/2009 5:52:34 AM
  Ismail 
20 years old
Male
Serang, Indonesia
Hometown: serang


Last Login: 2/17/2009

Purchase Ismail
View My: Blog | Pictures | Videos | Layouts
  SUBSCRIBE
  USER OPTIONS
  RECENT BLOG ENTRIES
Jenis-jenis Karangan
  BLOG ARCHIVES
2008
June

HOME | PRIVACY POLICY | TERMS OF SERVICE | REPORT CONTENT | CONTACT YUWIE | SPAM
©2007-2009 Yuwie.com